
Tubuh lebih sehat, berenergi, langsing, serta mood lebih baik adalah manfaat-manfaat olahraga yang ingin Anda peroleh. Namun, keinginan untuk berolahraga ini seringkali seperti saklar listrik, sering on-off atau turun-naik. Supaya motivasi berolahraga tetap ‘membara’, coba trik-trik berikut:
Tidak harus ke gym
Gym bukan segala-galanya atau suatu keharusan sebagai cara berolahraga. Anda dapat berlatih di mana pun dan kapan pun. Latih kekuatan tangan atau kaki di pantry ketika menunggu masakan Anda matang. Berlatih kardio dengan berjalan kaki yang cepat saat ke kantor atau mau makan siang. Sit up ketika tayangan iklan saat menonton televisi. Manfaatkan setiap menit yang ada untuk membuat tubuh Anda lebih fit.
“Bersaing” dengan pasangan, saudara, atau teman
Menantang orang terdekat untuk kompetisi olahraga membantu Anda tetap fokus dan termotivasi dengan tujuan olahraga semula. Di sampung itu, membuat olahraga lebih menyenangkan. Mulai sekarang, coba perhatikan siapa yang olahraganya paling sukses?
Tujuan spesifik
Tujuan tersebut menciptakan motivasi siap menghadapi sesuatu yang khusus atau penting—lebih fokus. Rencanakan bagaimana Anda mencapai suatu tujuan, lalu pecah lagi strategi tersebut menjadi satuan terkecil, serta tetapkan satu tanggal sebagai batas waktu tujuan tersebut harus tercapai. Misal, Anda berlatih lari maraton, pelan-pelan berlatih untuk 2 km, lalu 3, 4, dan seterusnya sampai Anda mampu berlari maraton.
Beri hadiah ke diri sendiri
Berikan penghargaan bagi rutinitas Anda, sehingga keinginan berolahraga selalu muncul—demi dapat ‘hadiah’ tadi. Misal, satu buah coklat (cukup satu, ya) setiap kali berhasil jogging selama 45 menit. Atau, spa sebulan sekali apabila bisa datang ke tempat gym minimal 3 kali seminggu selama sebulan.
Cerita pada teman
Misal, tentang resolusi tahun baru mau berolahraga lebih rajin agar dalam waktu 6 bulan lebih langsing. Teman-teman, terutama yang terdekat, bakal jujur dan nggak segan mengingatkan Anda tentang kemajuan yang dicapai dari resolusi tersebut.
Enggan melakukan olahraga karena terhambat beberapa hal? Berikut jawabannya!
Pertanyaan 1
Saya termasuk orang yang lambat bergerak. Mungkinkah saya tetap bisa membakar kalori jika berlari lambat
Solusi:
Selama Anda bergerak, Anda pasti membakar kalori. Namun, cobalah tingkatkan kecepatan lari meski hanya sedikit—efeknya lumayan mengejutkan, tuh. Misalnya, tadinya Anda hanya berlari dengan kecepatan 4 mph (15 menit) diubah menjadi 5 mph (12 menit). Anda akan membakar 28% kalori lebih banyak, tuh!
Pertanyaan 2
Tidak ada satu pun di keluarga saya yang rajin berolahraga. Dengan ‘gen’ tanpa olahraga, mungkinkah saya sukses olahraga untuk menurunkan berat tubuh?
Jawab:
Menurut Jillian Michaels, motivator di The Biggest Loser, Anda harus berpikir tentang hal-hal positif yang bisa Anda raih lewat berolahraga. Misalnya, bisa memakai skinny jeans atau merasa percaya diri saat bekerja. Dengan adanya motivasi seperti ini, Anda akan tetap berolahraga ketika rasa malas menghampiri.
Pertanyaan 3
Saya bisa, kan, melewatkan olahraga jika tubuh terasa pegal setelah sesi kemarin?
Jawab:
Tubuh pegal setelah berolahraga adalah pertanda otot-otot tubuh bekerja. Marci Goolsby, M.D dari Women’s Sports Medicine Center di Hospital for Special Surgery menegaskan bahwa tidak masalah tetap berolahraga meski tubuh pegal. Namun, cobalah ubah jenis olahraganya. Misalnya, kaki Anda merasa pegal, sebaiknya memilih gerakan untuk tubuh bagian atas. Intinya, sih, biarkan tubuh tetap bergerak.
sumber: www.citacinta.com