nagabet76slot gacorslot online1213141516Slot Online Menghadirkan Pengalaman Digital Yang Didukung Pemrosesan Data Secara Real TimeMahjongways Menganalisis Pola Visual Dan Dinamika Simbol Berdasarkan Pemrosesan Data DigitalMahjongways Mengembangkan Dinamika Permainan Melalui Pengelolaan Data Dan Elemen Visual TerintegrasiAnalisis Komputasi Modern Membantu Memetakan Dinamika Sistem Digital Berdasarkan Data ObservasiMember Baru Mendorong Dinamika Komunitas Digital Menuju Pengalaman Yang Lebih Aktif Dan Menarikslot onlinemahjongwayasarsitektur layananpemrosesan data adaptifmember baruSlot Online Terbaru Menghadirkan AnalisisScatter Hitam Dianalisis Melalui PemetaanPola Scatter Hitam Membentuk Distribusi Visual Yang Dapat Dikaji Menggunakan Komputasi AdaptifArsitektur Teknologi TerdistribusiTeknologi Visualisasi DataMahjongways Mengembangkan Interaksi Visual Melalui Integrasi Simbol Digital Yang DinamisAnalisis Mahjongways Memetakan Dinamika Visual Dan Respons Antarmuka Berbasis DataScatter Hitam Dianalisis Melalui Pemetaan Struktur Simbol Digital Berbasis Komputasi AdaptifAlgoritma Scatter Hitam Membantu Mengidentifikasi Dinamika Pola Melalui Analisis Data ObservasiPg Soft Mengembangkan Sistem Rendering Adaptif Untuk Mendukung Visualisasi Digital ModernTeknologi Pg Soft Mengoptimalkan Pemrosesan Grafis Melalui Arsitektur Rendering TerintegrasiTeknologi Pemodelan Data Membantu Menganalisis Dinamika Informasi Pada Ekosistem Digital ModernArsitektur Komputasi Terdistribusi Meningkatkan Keandalan Pengelolaan Data Pada Platform DigitalTeknologi Kecerdasan Komputasional Mendorong Pengembangan Sistem Digital Yang Lebih AdaptifPemrosesan Data Modern Membantu Memetakan Pola Informasi Melalui Pendekatan Komputasi TerukurTeknologi Integrasi Data Mempermudah Sinkronisasi Informasi Dalam Lingkungan Digital TerpaduVisualisasi Komputasi Modern Membantu Menginterpretasikan Perubahan Pola Pada Sistem Digital KompleksTeknologi Otomasi Data Meningkatkan Efisiensi Pengelolaan Informasi Pada Infrastruktur DigitalModel Komputasi Adaptif Mendukung Pengembangan Teknologi Digital Melalui Analisis Data BerkelanjutanPengembangan Pg Soft Mengintegrasikan Teknologi Rendering Dengan Interaksi Visual Yang ResponsifPg Soft Menerapkan Komputasi Visual Untuk Meningkatkan Efisiensi Pengolahan Elemen DigitalEksplorasi Scatter Hitam Memetakan Distribusi Simbol Melalui Model Analitik Digital TerintegrasiPola Scatter Hitam Dikaji Menggunakan Pendekatan Visualisasi Data Dan Pemodelan StatistikMahjongways Menghadirkan Pendekatan Visual Interaktif Melalui Pemrosesan Simbol Yang AdaptifEksplorasi Mahjongways Mengungkap Perubahan Pola Visual Dalam Lingkungan Digital Terintegrasikasino online dan perubahan cara pengguna menilai keamanan platform digitalmengapa promosi kasino online sering memengaruhi harapan pengguna baruketika tampilan mewah kasino online membentuk kesan kepercayaan penggunapengaruh cerita kemenangan orang lain terhadap minat mengakses kasino onlinekasino online dalam fenomena perubahan pola konsumsi hiburan masyarakatbagaimana kasino online memanfaatkan desain interaktif untuk menarik perhatianalasan sebagian pengguna kasino online lebih mengingat bonus daripada risikoketika kemudahan transaksi mengubah kebiasaan pengguna kasino onlinekasino online dan tantangan menjaga kesadaran finansial di era serbadigitalmengapa ulasan pengguna dapat membentuk persepsi terhadap kasino onlinemahjong online dan perubahan cara generasi digital mengenal permainan klasikmengapa mahjong online menarik perhatian komunitas pecinta permainan strategiketika animasi modern memberikan identitas baru pada mahjong onlineperan fitur multiplayer dalam membangun interaksi pemain mahjong onlinemahjong online membawa warisan permainan asia ke dalam ekosistem digitalbagaimana mahjong online mengadaptasi simbol tradisional menjadi desain modernpengaruh tampilan antarmuka terhadap kenyamanan pengguna mahjong onlinemahjong online dan fenomena berkembangnya komunitas permainan lintas generasimengapa variasi aturan mahjong online menjadi topik menarik bagi pemain baruperjalanan mahjong online dari hiburan berbasis browser menuju platform mobile
:: Pendidikan -- Stella Maris ::

Pendidikan

SMIE berkontribusi dalam pendidikan bangsa dengan mempersiapkan generasi muda berkualitas. Educare in Caritatem, yang memiliki arti Mendidik Dengan Kasih, merupakan moto yang dipegang teguh Stella Maris dalam menjalankan perannya di dunia pendidikan berda

TOKOH - Pengorbanan Seorang Guru Di Pelosok Desa


24 Nov 2015

Sarwendah Kongtesha,  21 tahun, tertegun saat menyaksikan tayangan sebuah acara di stasiun televisi. Saat itu sedang membahas kisah para guru muda di pelosok Indonesia yang bergabung dalam program Indonesia Mengajar yang diprakarsai Anies Baswedan. Tayangan itu begitu menginspirasikannya, tiba-tiba saja keinginan hatinya menguat untuk mengajar di pelosok-pelosok terpencil  di Indonesia. Setelah lulus dari Jurusan Matematika, Universitas Negeri Manado, di tahun 2013 ia pun mendaftar dalam program Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM3T) yang diprakarsai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Program yang dijalankan pemerintah untuk sarjana baru ini mengadaptasi program Indonesia Mengajar.

“Pertama itu papa tidak setuju, mama setuju. Papa bilang tak usah ke sana karena tujuannya jauh, apalagi tujuan Papua atau NTT, papa takut karena jauh. Akhirnya diomong-omong terus rayu-rayu, papa bilang ya jalan sudah tapi hati-hati,” begitu cerita Sarwendah dengan logat Indonesia Timur saat ia mendaftar jadi guru di daerah terpencil. “Waktu ikut wisuda papa juga ikut, rektornya membangga-banggakan SM3T jadi papa langsung nyerah,” kenangnya sambil tersenyum. September 2013 adalah saat pertama kali tiba di desa Wai Kela, kecamatan Adonara Tengah, kabupaten Flores Timur. “Waktu pertama kali kebetulan tinggal seminggu dengan kepala sekolah. Bapak kepala sekolah pelihara babi di belakang rumah, hampir tiap warga pelihara babi. Ada pergi ke kampung sebelah sepanjang jalan itu di samping-samping itu babi semua,” ujarnya sembari tersenyum.

Sebagai anak yang besar di kota Manado itu pemandangan yang aneh apalagi ia beragama Islam. Tapi itu tak menghalanginya untuk berbaur dengan warga desa. Desa tempatnya mengajar mayoritas masyarakatnya bergama Khatolik. Waktu pertama kali datang Sarwendah belum berhijab, lalu ia meminta pendapat teman-temannya kalau ia akan menggunakan hijab. Teman-temannya  sangat mendukung. Bahkan istri kepala sekolah pun mendukung perempuan yang berayah etnis Tionghoa dan beribu asli Maluku ini. Masyarakat desa sangat baik kepadanya. Kepala sekolah pun selalu melindunginya, mencarikan tempat tinggal tepat di belakang sekolah tanpa membayar satu rupiah pun. 

Di desa Wai Kela guru sangat dihormati, ke mana-mana selalu disapa. Tradisinya juga unik, Sarwendah bercerita kalau ia berkunjung ke rumah-rumah yang ada di sana selalu disuguhi teh dan wajib makan. “Kalau tidak makan mereka bilang kita tidak menghargai,” ungkap Endah, begitu panggilan kesayangan dari murid-muridnya. “Dua bulan (di sini) saya naik 5 kilogram, waktu datang berat saya 40 kg sekarang sudah 45 kg,” ujar Endah sambil tertawa.

Sarwendah mengajar mata pelajaran Matematika di SMP Negeri 1 Desa Wai Kela Adonara Tengah. Di awalnya ada enam  kelas yang diajarnya. Lalu ketika masuk guru tambahan ia hanya mengajar empat kelas. Tapi kemudian guru agama Islam ada halangan untuk mengajar, ia pun mengambil alih tugas  itu dan menjadi guru pelajaran agama Islam pula.

Tugasnya bertambah saat dibukanya sekolah dasar baru di desanya, Sekolah Dasar Kristen Wai Bereno. Ia pun bergantian dengan seorang guru lainnya mengajar di sana. Sekolahnya baru ada satu kelas, tapi ia sadar betul bahwa pendidikan dasar yang berkualitas akan membentuk karakter muridnya. Karena itu ia jalani semua itu dengan sungguh-sungguh. Banyak waktu luang ia berikan untuk muridnya, mulai dari kerja bhakti di hari libur, mengangkut air saat dimusim kemarau atau les-les tambahan di luar jam sekolah. Bahkan ia jadi bisa menghapal lagu-lagu rohani Kristen, karena murid-muridnya sehari-hari menyanyikan lagu itu yang diperoleh dari sekolah minggu.

Murid-muridnya pun sangat hormat padanya. Saat pertama kali datang murid-murid  SMPnya sempat bertanya. “Masak ibu gurunya kecil begitu?” Muridnya heran karena ia nampak kecil dan muda. Karena ada murid-muridnya yang berusia sama dengannya. “Saya lahir tahun 1992, ada murid di kelas tiga yang lahir tahun 1993,” jelas Endah. Walau begitu murid-muridnya patuh padanya. Pendekatan personal yang dia lakukan membuat para murid hormat. Metoda pengajaran yang dia dapat dibangku kuliah ia terapkan dan membawa hasilnya efektif. Seperti pengakuan Shanti, 14 tahun, muridnya di kelas 8. “Di saat ibu Endah menjelaskan di papan kami lebih cepat mengerti,” jelas Shanti. Hal ini membantu dia mendapat kepercayaan dari murid-muridnya.

Di sore hari murid-muridnya sudah menantinya di halaman sekolah SMP Negeri 1 di dekat rumahnya. Mereka meminta bimbingan pelajaran tambahan. Selepas senja barulah mereka belajar. Sering kali malam hari listrik padam, dan mereka menggunakan lilin untuk belajar. Mereka belajar sampai pukul setengah delapan malam.

Keberadaan anak-anak ini menjadi hiburan tersendiri bagi Sarwendah. Karena baginya saat-saat yang menyedihkan tinggal di pelosok desa di Adonara, Flores Timur, adalah saat bubar sekolah. Tak ada lagi suara murid-muridnya yang terdengar. Lingkungan rumahnya mendadak sunyi dan ia merasa sangat kesepian.

“Sedihnya kalau tidak ada anak-anak sekolah, yang buat ramainya itu anak-anak sekolah. Jadi dari pagi sampai sore kalau ada anak-anak ramai saja. Biar di rumah sendirian tapi kalau dengar anak-anak teriak atau ribut masih kelihatan ramai,” ujarnya. “Saya paling dihibur kalau malam sama anak-anak. Mereka datang les malam. Kalau mereka datang mereka nyanyi-nyanyi. Nyanyinya lagu gereja semua,” lanjutnya lagi  sambil tersenyum.

Saat anak-anak sudah pulang sunyinya terasa. Saat itulah ia merasa kesepian. Itu saja menurutnya yang membuatnya sedih. Hanya terdengar suara jangkrik dan tokek. Desanya terletak di bukit dan berada dalam kawasan hutan. “Hampir tiap rumah di sini ada tokeknya,” jelasnya. Tiga bulan lagi ia akan genap setahun di desa Wai Kela, artinya masa tugasnya sebagai guru SM3T akan berakhir. Ia adalah angkatan ketiga dari program SM3T. Kali ini ada 63 guru muda yang diterjunkan  ke pelosok-pelosok di kabupaten Flores Timur. Mereka berasal dari Universitas Negeri Manado, Sulawesi Utara dan Universitas Tanjung Pura, Kalimantan Barat.

“Sebenarnya setahun itu tidak cukup sih, terasa singkat,” jelasnya. Proses adaptasi memerlukan waktu juga.  “Waktu kita pertama datang itu bulan September, terus tak lama lagi sudah liburan semester,” lanjutnya lagi. Tak lama kemudian  memasuki bulan April ada perayaan Paskah. “Paskah di sini sangat ramai. 100% di desa ini Khatolik,” lanjutnya lagi.  Hal ini perlu dicermati agar lebih efektif.

“Andai program ini diperpanjang menjadi dua tahun. Usul saya di lokasi pengajar ditempatkan lebih dari dua guru. Dan pengajar SM3T mempunyai program kerja yang mengarah ke masyarakat tentang pentingnya pendidikan,” demikian usul Sarwendah. Konsekuensi karena lama mengajar  para pengajar diberi jatah pulang kampung selama dua kali dalam dua tahun, seperti yang diusulkan rekannya seorang guru muda yang di tempatkan di wilayah Nusa Tenggara Timur yang lainnya. Untuk tahun ini saja ada ribuan guru program SM3T, belum lagi program yang dilakukan secara swadaya seperti Indonesia Mengajar. Tapi tetap saja di pelosok-pelosok masih kekurangan tenaga pengajar. Resiko negara besar adalah tingkat kesulitan yang tinggi untuk mengelolanya. Masih diperlukan banyak anak-anak muda seperti Sarwendah Kongtesha yang rela meninggalkan hidup enak di kota untuk mengabdi di daerah terpencil  demi membangun negeri.