Pembentukan karakter pada anak didik menjadi sebuah fokus bagi seluruh pihak, baik orang tua maupun sekolah. Namun akhirnya menjadi sebuah pertanyaan yaitu apakah karakter itu ditanam atau dipetik? Dan ini merupakan tugas besar bagi setiap pihak untuk dapat menciptakan generasi penerus bangsa yang berkarakter. Lalu bagaimana kah cara menanamkan pendidikan karakter pada anak?
1. Tanam karakter kebaikan sejak dini:
Tanamkan kebaikan haruslah dimulai sejak dini, dan semua dimulai dari keluarga. Keluarga adalah tempat pertama dimana anak dapat belajar nilai-nilai kehidupan, sementara sekolah merupakan tempat dimana karakter-karakter kebaikan itu dikembangkan melalui kegiatan belajar mengajar. Namun apa yang ditanamkan di sekolah tidak akan menjadi berguna jika di dalam lingkungan keluarga sendiri tidak dipelihara dengan baik, sama halnya seperti merawat sebuah tumbuhan yang harus dirawat sedemikian rupa untuk mencegah agar tumbuhan tersebut dihinggapi hama sehingga menghasilkan tumbuhan yang berbuah baik, indah, dan sehat.
2. Keluarga lahan tumbuhnya benih kebaikan:
Lahan yang subur adalah yang memberikan sebuah kesempatan agar karakter kebaikan yang sudah ditanam mampu tumbuh semakin besar. Dan keluarga menjadi sebuah lahan untuk tumbuhnya karakter kebaikan yang dimulai dari keteladanan orang tua agar mampu menjadi contoh baik bagi tumbuh kembang karakter anak.
3. Lingkungan sekitar ada kebun kehidupan:
Lingkungan dimana anak tumbuh adalah sebuah taman besar dalam pembentukan pengembangan karakter anak didik, baik itu lingkungan keluarga, sekolah maupun sosial. Hendaklah jangan terlalu khawatir dan jadikanlah lingkungan tersebut sebagai kebun kehidupan sehingga anak mampu melihat beragam aneka hal yang indah dan dapat mempelajarinya. Terus dampingi dan berikan bimbingan agar tidak mudah terpengaruh pada hal-hal yang kurang baik. Tugas orang tua dan sekolah adalah tetap konsisten dalam membentuk peran dan karakter anak agar mampu mempertahankan karakter kebaikan yang sudah ditanam sejak dini.


