Sebagai manusia pastinya kita hidup berbaur yang menunjukkan terjadinya sosialisasi baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun di masyarakat. Di lingkungan sekolah seorang anak memiliki status sebagai siswa. Oleh karenanya, sebagai seorang siswa diharapkan memiliki kepribadian yang baik, santun dalam bertutur kata, sopan dalam bertindak dan sesuai dengan perannya sebagai seorang pelajar. Yang menjadi factor pembentukan kepribadian adalah lingkungan tempat tinggal kita. Untuk memahami lebih dalam berikut ini akan dijelaskan mengenai proses sosialisasi dalam pembentukan kepribadian:
PENGERTIAN SOSIALISASI
Setiap manusia yang berhubungan dalam suatu kelompok masyarakat harus mempelajari kebiasaan melalui suatu proses yang dinamakan sosialisasi (socialization). Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), sosialisasi adalah proses belajar seseorang anggota masyarakat untuk mengenal dan menghayati kebudayaan masyarakat di lingkungannya. Sedangkan menurut Soerjono Soekanto sosialisasi merupakan suatu proses sosial dimana seorang individu mendapatkan pembentukan sikap untuk berprilaku sesuai dengan perilaku orang-orang di dalam kelompok masyarakat tersebut. Maka dengan itu sosialisasi juga dapat diartikan sebagai proses sosial yang terjadi jika seseorang individu menghayati dan melaksanakan norma kelompok dimana ia hidup dan merasa bagian dari kelompoknya.
TUJUAN SOSIALISASI
- Memberikan pengetahuan yang dibutuhkan seseorang untuk melangsungkan kehidupannya ditengah-tengah masyarakat.
- Mengembangkan kemampuan individu untuk berkomunikasi secara efektif dan mengembangkan kemampuan untuk membaca, menulis dan bercerita.
- Menanamkan pada diri seseorang tentang nilai-nilai kepercayaan kepada masyarakat.
BENTUK-BENTUK SOSIALISASI
- Sosialisasi Primer (Primary Socialization) yaitu sosialisasi yang pertama kali dijalani seseorang semasa kecil. Sosialisasi ini merupakan awal seseorang dalam memasuki keanggotaan masyarakat.
- Sosialiasi Sekunder (Secondary Socialization) yaitu sosialisasi yang berlangsung pada tahap berikutnya. Salah satu bentuk dari sosialisasi sekunder ini adalah resosialisasi, yang artinya adalah proses pemberian kepribadian baru kepada seseorang atau sering disebut juga dengan proses pemasyarakatan total.”
TAHAP-TAHAP SOSIALISASI
Berikut ini adalah tahap-tahap sosialisasi:
- Persiapan (prepatory stage) yaitu tahap awal dalam sosialisasi yang dilakukan manusia dimulai sejak lahir ke dunia. Pada tahap inilah seseorang sudah memiliki persiapan untuk melakukan tindakan sesuai dengan lingkungan sekitar.
- Tahap meniru (play stage) yaitu seseorang mulai mampu meniru dengan sempurna dari lingkungan. Tahap ini juga disebut dengan tahap bermain. Anak mulai mengenal “significant other” yakni orang disekitarnya dianggap penting bagi pertumbuhan dan pembentukan dirinya misalnya ayah, ibu, kakak, kakek, nenek dan lain sebagainya yang sering berinteraksi dengannya.
- Tahap siap bertindak (game stage) yaitu di dalam tahap ini peniruan yang dilakukan seorang anak mulai berkurang, digantikan dengan peranan secara langsung yang dilakukan sendiri dengan penuh kesadaran. Kemampuan menempatkan dirinya pada posisi orang lain mulai meningkat dan kemantapan dirinya jauh lebih tinggi dari tahap-tahap sebelumnya. Tahap ini biasanya dipengaruhi oleh pergaulan dengan teman sebaya.
- Tahap penerimaan norma kolektif (generalized other) yaitu seseorang bisa disebut sebagai manusia dewasa. Ia tidak hanya menempatkan dirinya di posisi orang lain, tetapi dapat bertenggang rasa dengan masyarakat luas, mulai menyadari pentingnya peraturan-peraturan dan menjadi warga masyarakat dalam arti sepenuhnya.
FAKTOR MEMPENGARUHI PROSES SOSIALISASI
- Intrinsik adalah faktor yang berasal dari dalam individu itu sendiri. Faktor ini meliputi adalah postur tubuh, golongan darah, tingkat kecerdasan (IQ).
- Ekstrinsik adalah semua faktor yang berasal dari luar individu. Faktor yang meliputi adalah pergaulan, pekerjaan, masyarakat, pendidikan.
MEDIA SOSIALISASI
Media yang dapat mempengaruhi seseorang dalam bersosialisasi adalah:
- Keluarga merupakan media sosialisasi yang utama. Sejak seorang anak dilahirkan sudah mulai berinteraksi dengan anggota keluarganya.
- Kelompok bermain merupakan salah satu media sosialisasi bagi anak, itulah mengapa banyak orang tua saat ini yang sudah memperkenalkan dunia sosialisasi yang lebih luas ke sebuah program sekolah kelompok bermain (playgroup). Namun tidak hanya anak-anak usia dini saja yang memiliki kelompok bermain, anak remaja pun mempunyai kelompok bermain untuk mengembangkan pengetahuan dan keakraban dalam pergaulan.
- Sekolah merupakan sebuah wahana yang diselenggarakan atau juga sering dikenal pendidikan formal bagi anak didik guna memperoleh bekal kelak ketika anak sudah tidak lagi bergantung pada orang tuanya. Di sekolah atau lembaga pendidikan formal berfungsi sebagai tempat pengembangan potensi demi pemenuhan kebutuhan pribadi sebagai wahana pematangan kepribadian dan pelestarian budaya.
- Lingkungan kerja juga dapat membentuk kepribadian. Seseorang bekerja dalam lingkungan kerja tertentu akan memiliki pengalaman dan kebiasaan disiplin yang kemudian membentuk sebuah pola perilaku sehari-hari dan akan melekat menjadi kepribadian yang akan sulit dirubah karena sudah menjadi sebuah kebiasaan.
- Media massa yang terdiri dari media cetak dan media elektronik, keduanya merupakan alat komunikasi yang dapat menjangkau seluruh masyarakat luas seperti radio, majalah, koran, televisi dan lain sebagainya. Segala informasi yang disajikan oleh media massa dapat mempengaruhi perilaku bagi yang membaca, melihat maupun mendengarnya. Pola perilaku yang dihasilkan ada yang positif dan ada pula yang negatif.
TIPE KEPRIBADIAN YANG DIPENGARUHI SOSIALISASI
- Kepribadian Normatif merupakan kepribadian yang ideal dimana seseorang memiliki prinsip yang kuat untuk menerapkan basic personality structure.
- Kepribadian Perbatasan merupakan kepribadian yang relatif bersifat labil seakan memiliki lebih dari satu corak kepribadian,
- Kepribadian Otoriter merupakan kepribadian yang terbentuk manakala seseorang selalu menempati posisi diatas dalam lingkungannya yang selalu menuntut kemenangan, kepentingan dirinya diatas kepentingan orang lain. Salah satu ciri kepribadian ini antara lain adalah sulit menerima pandangan orang lain karenanya selalu meremahkan dan memandang rendah orang lain dan selalu ingin didengar.
Diambil dari berbagai sumber


