Guru adalah seorang manajer dalam kelas, oleh karena itu guru harus mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang baik tentang bagaimana membuat kondisi kelas menjadi kondusif untuk belajar bagi siswa. Banyak unsur yang membangun dan menunjang penciptaan kondisi kelas dan lingkungan belajar yang positif, yang tentunya memerlukan manajemen efektif dari guru yang bersangkutan (wali kelas atau guru mata pelajaran). Setiap sekolah pastinya terdapat ratusan siswa yang memiliki beragam potensi, latar belakang dan kemampuan yang berbeda-beda. Sehingga guru sendiri berperan aktif sebagai manajer kelas untuk mengatur serangkaian metode mengajar, lingkungan fisik kelas, hingga atmosfer proses pembelajaran untuk mencapai tujuan dari pembelajaran tersebut yang positif.
Berikut ini adalah beberapa poin penting tentang guru yang mampu menciptakan lingkungan belajar yang positif untuk mendorong keberhasilan belajar siswa:
- Guru yang profesional selalu merencanakan pembelajaran dengan hati-hati. Mereka memahami hubungan antara perencanaan yang baik dengan lingkungan kelas yang berorientasi pada tugas dan berjalan dengan lancar.
- Guru harus mampu menciptakan lingkungan belajar yang mendorong tumbuhnya interaksi sosial positif, keikutsertaan yang aktif dalam belajar (hands on dan minds on), dan motivasi diri.
- Guru harus mampu mengembangkan sistem untuk mengawasi kelasnya sehingga siswa dan guru dapat fokus pada belajar, bukan pada mengontrol kenakalan. Disiplin dan teknik manajemen berbeda-beda dan tidak ada satupun yang paling efektif, semua memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Karena itu guru yang mumpuni mempertimbangkan hasil belajar yang diharapkan, pengetahuan tentang siswa, keadaan sosial, dan pengalaman sebelumnya dalam memilih suatu strategi manajemen.
- Guru harus memahami prinsip manajemen kelas yang efektif dan dapat menggunakan berbagai variasi manajemen untuk meningkatkan hubungan positif, kerjasama, dan pembelajaran yang bertujuan dalam kelasnya.
- Pengawasan oleh guru harus bersifat preventif (pencegahan) dan halus. Siswa mengawasi perilaku mereka masing-masing dan teman-temannya, saling memperbaiki dengan penuh hormat.


