Ruang kelas merupakan bagian unit sekolah terkecil namun memiliki peran dominan dalam penyelenggaraan proses belajar mengajar. Terutama kehadiran guru sebagai pendidik dan pengelola kelas. Karena guru adalah sosok yang bersentuhan langsung dengan siswa, maka guru pun harus memiliki kemampuan untuk merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar yang efektif dan efisien, sebab di dalam kelas ini adalah ujung tombak terjadinya proses pendidikan. Dalam hal ini guru dituntut untuk mempunyai keahlian dalam mengatur kelas (class management) sehingga kegiatan belajar mengajar dapat terjadi secara kondusif.
Manajemen kelas dalam artian sebenarnya adalah situasi ketrampilan guru dalam merancang, menata dan mengatur kurikulum serta menjabarkannya ke dalam prosedut proses pembelajaran. Selain itu, penataan lingkungan belajar yang dapat merangsang tercapainya suasana belajar yang menyenangkan bagi siswa. Tujuan dari manajemen kelas adalah memfasilitasi kegiatan belajar mengajar secara maksimal untuk memberi kemudahan dalam menerima sumber-sumber belajar dan memotivasi semangat belajar siswa. Lalu bagaimana mengatur manajemen kelas yang berorientasi pada pengembangan kreativitas anak??
1. Pengaturan fisik kelas
Lingkungan belajar sangat mempengaruhi mood belajar seseorang. Untuk menciptakan suasana kelas yang nyaman diperlukan penataan kembali ruangan yang bersih dan rapi. Pengaturan fisik kelas meliputi pengaturan tempat duduk yang mempertimbangkan aspek kemudahan anak untuk dapat berpartisipasi aktif dalam kelas, pencahayaan ruangan kelas dan ventilasi yang cukup.
2. Pengelolaan proses belajar mengajar
Dalam proses belajar mengajar suasana pembelajaran dibuat nyaman dan aman, sehingga anak akan merasa tenang dan bebas mengembangkan pikiran kreatifnya tanpa dikekang. Guru pun perlu mempersiapkan diri yang matang untuk menjadi fasilitator yang mendorong siswa untuk mengembangkan ide yang kreatif dan eksploratif. Sebagai guru pun juga harus memiliki sikap yang terbuka dan adil dalam memperlakukan siswa-siswa, dan kesadaran yang tinggi akan kenyataan bahwa setiap anak adalah unik dan memiliki tingkat/kemampuan belajar yang berbeda-beda sehingga ketika ada siswa yang merasa kurang di mata pelajaran ataupun gagal, guru dapat menanganinya dengan bijak serta memberikan cara pembelajaran yang lain.
Kinerja manajemen kelas yang efektif memungkinkan lahirnya roda penggerak bagi penciptaan pemahaman diri, evaluasi diri dan internalisasi control diri pada kalangan siswa. Demi terciptanya situasi belajar mengajar yang nyaman dan efektif, maka guru harus dapat mengimplementasikan sederetan dimensi yang luas dari diagnostik, pengajaran manajerial, keterampilan, merajut perilaku pada konteks situasi khusus hingga kebutuhan-kebutuhan spesifik menurut momennya situasi yang demikian menegaskan bahwa kemampuan dalam bidang manajemen. Dalam hal ini, manajemen kelas merupakan salah satu syarat guru yang efektif.


