ketika game online menjadi ruang pertemuan baru bagi generasi digitalmengapa sebagian pemain game online lebih menyukai tantangan daripada hadiahgame online dan fenomena terbentuknya persahabatan tanpa pernah bertemubagaimana perubahan gaya komunikasi membentuk budaya dalam game onlinegame online di tengah kebiasaan generasi muda mencari hiburan serba cepatkisah di balik dunia game online yang mampu membangun komunitas lintas negaramengapa pengalaman pertama bermain game online sering membekas dalam ingatanketika game online menghadirkan identitas virtual yang berbeda dari kehidupan nyataperubahan cara pemain menentukan pilihan dalam ekosistem game online moderngame online dan munculnya kebiasaan berbagi pengalaman melalui konten pendekgame digital dan perubahan cara manusia menikmati cerita interaktifmengapa dunia game digital semakin sering menjadi inspirasi karya seni modernketika game digital menggabungkan kecerdasan buatan dengan kreativitas manusiaperjalanan game digital dari hiburan piksel sederhana menuju dunia visual kompleksgame digital dalam fenomena meningkatnya minat terhadap pengalaman virtualbagaimana musik dan suasana membangun ikatan emosional dalam game digitalgame digital dan peran pilihan pemain dalam membentuk alur ceritamengapa desain karakter menjadi bagian penting dari identitas game digitalketika game digital digunakan sebagai media eksplorasi sejarah dan kebudayaanperkembangan teknologi sentuhan membawa perubahan pada interaksi game digitalmengapa game online mampu menciptakan rasa pencapaian meski hanya di dunia virtualfenomena pemain yang lebih mengingat momen langka dalam game digitalgame online dan kebiasaan mengejar target harian yang sering tidak disadariketika sistem cuaca virtual mengubah pengalaman menjelajah game digitalbagaimana game online membentuk cara pemain bekerja sama dalam situasi sulitrahasia di balik desain lingkungan game digital yang terasa seperti dunia nyatagame online dan fenomena perubahan strategi setelah mengalami kegagalanmengapa detail kecil dalam game digital bisa meninggalkan kesan mendalamketika game online menjadi tempat munculnya bahasa dan istilah komunitas baruperkembangan teknologi audio spasial menghadirkan dimensi baru pada game digitalmengapa mahjong mampu menciptakan ketegangan meski dimainkan dalam suasana santaiketika susunan ubin mahjong mengubah cara pemain membaca peluangmahjong dan fenomena keputusan cepat yang muncul di tengah permainancerita di balik kebiasaan pemain mahjong mengamati gerakan lawanbagaimana mahjong menciptakan perpaduan antara kesabaran dan keberanian mengambil risikomahjong dalam sorotan psikologi tentang kebiasaan mengingat pola permainanmengapa satu ubin mahjong dapat mengubah arah strategi dalam sekejapketika pemain mahjong mengandalkan intuisi di tengah pilihan yang rumitmahjong dan seni mengelola ekspektasi saat rencana permainan berubahfenomena pemain yang terlalu percaya diri setelah memenangkan partai mahjonggame bertema mitologi dan mahjong mengapa visual serta mekanisme permainannya menarik perhatianmengenal perbedaan scatter wild dan multiplier dalam game online modernmahjong ways dari dekat mengenal fitur cascading dan perubahan simbol di setiap putarantote wonders mengulas desain visual simbol totem dan fitur unik game pg softmahjong ways memahami sistem simbol fitur wild dan mekanisme kombinasi dalam permainandari bola berputar ke kartu dibuka pesona abadi roulette dan baccaratextra scatter di game mahjong ways mengenal fungsi simbol dan cara kerjanyaroulette dan baccarat perbedaan aturan strategi dan cara kerja permainanperkembangan game kasino digital dengan grafis modern dan fitur interaktifbagaimana kombinasi simbol mahjong ways membentuk alur permainan baru
:: Pendidikan -- Stella Maris ::

Pendidikan

SMIE berkontribusi dalam pendidikan bangsa dengan mempersiapkan generasi muda berkualitas. Educare in Caritatem, yang memiliki arti Mendidik Dengan Kasih, merupakan moto yang dipegang teguh Stella Maris dalam menjalankan perannya di dunia pendidikan berda

Macam Kepemimpinan Guru (Teacher Leadership)


19 Mar 2017

Kepemimpinan guru pada dasarnya merupakan suatu proses untuk mempengaruhi orang lain yang didalamnya berisi serangkaian tindakan atau perilaku tertentu terhadap individu yang dipengaruhinya. Kepemimpinan guru tidak hanya sebatas pada peran guru dalam konteks pada saat berinteraksi dengan siswanya tetapi menjangkau pula peran guru dalam berinteraksi dengan kepala sekolah maupun rekan sesama guru dengan tetap mengacu pada tujuan akhir yang sama yaitu terjadinya peningkatan proses dan hasil pembelajaran siswa. Kepemimpinan guru memfokuskan pada 3 dimensi pengembangan yaitu pengembangan individu, pengembangan tim dan pengembangan organisasi. Di Amerika sendiri, kepemimpinan guru sudah berlangsung sejak lama yang terbagi menjadi 3 macam yaitu:

  1. Kepemimpinan guru terkungkung dalam hierarki organisasi formal dan hanya berkutat dalam fungsi-fungsi pengajaran dibawah kendali ketat dari “atasan guru”. Guru hanya dipandang sebagai pelaksana keputusan atasan.
  2. Kepemimpinan guru telah lepas dari hierarki organisasi konvensional. Telah terjadi pemisahan antara kepemimpinan dengan fungsi pengajaran yaitu dengan dibentuknya semacam tim pengembang kurikulum secara formal. Meski demikian, kepemimpinan guru masih dibawah kendali tim pengembang kurikulum. Tugas guru adalah mengimplementasikan bahan-bahan yang telah disiapkan oleh tim pengembang kurikulum, pendekatan ini disebut dengan “remote controlling of teachers”.
  3. Konsep kepemimpinan guru telah mengintegrasikan pengajaran dengan kepemimpinan yang tidak bersifat formal. Kepemimpinan guru dipandang sebagai sebuah proses dengan memberikan kesempatan yang luas kepada guru untuk mengekspresikan kapabilitas kepemimpinannya. Konseptualisasi kepemimpinan guru dibangun atas dasar profesionalisme dan kesejawatan (dari James S. Pounder, 2006).

 

Terdapat berbagai macam gaya kepemimpinan yang bisa diterapkan guru dalam mewujudkannya seperti yang dikembangkan oleh Merideth (2000) dengan konsep kepemimpinan guru yang disebut REACH:

  • Risk-Taking: Guru berusaha mencari tantangan dan menciptakan proses baru.
  • Effectiveness: Guru berusaha melakukan yang terbaik, peduli terhadap pertumbuhan dan pengembangan profesinya dan bekerja dengan hati.
  • Autonomy: Guru menampilkan inisiatif, memiliki pemikiran yang independen dan bertanggungjawab.
  • Collegiality: Guru membangun kemampuan komunitasnya dan memiliki keterampilan, komunikasi interaktif.
  • Honor: Guru dapat menunjukkan integritas, kejujuran dan menjaga etika profesi.

 

Selain itu, guru dapat pula menerapkan gaya Kepemimpinan Transformasional seperti yang digagas oleh Bass yaitu:

  1. Idealized Influence: Guru adalah sosok ideal yang dijadikan sebagai teladan, dapat dipercaya, dihormati dan mampu mengambil keputusan yang terbaik untuk kepentingan peningkatan mutu pembelajaran.
  2. Inspirational Motivation: Guru dapat memberikan motivasi seluruh siswa dan rekan sesama guru untuk memiliki komitmen terhadap visi organisasi dan mendukung semangat tim dalam mencapai tujuan-tujuan pendidikan di sekolah.
  3. Individual Consideration: Guru bertindak sebagai pelatih dan penasihat yang konstruktif bagi siswa maupun rekan kerjanya.