Bergabung dengan Stella Maris pada tahun 2006, pemilik nama lengkap Mukhammad Adib ini menjabat sebagai Laboratorium Coordinator & Science Teacher, Stella Maris School Gading Serpong hingga saat ini. Selama kurang lebih 10 tahun berkarya mencetak lulusan-lulusan yang berkualitas bukanlah sebuah waktu yang singkat, begitu banyak perjuangan yang dilalui. Namun apa yang membuat Adib, sapaannya, terus bertahan? “Bagi saya bekerja dimana pun itu pasti selalu ada hal-hal mungkin tidak menyenangkan baik dengan rekan kerja maupun pekerjaan sekalipun, namun apapun pekerjaan itu harus dinikmati dan disyukuri. Sehingga jika kita sudah mencapai tingkat mensyukuri segala sesuatu dalam hidup, maka segala sesuatu hal buruk pun dapat berlalu begitu saja,” jawabnya. Hidup penuh syukur itulah yang menjadi prinsip pria kelahiran Bumiayu, 3 Februari 1974.
Stella Maris School sebagai sekolah yang menerapkan nilai-nilai Katolik bagi anak murid maupun guru/karyawan tetap memberikan ruang toleransi bagi siswa maupun guru/karyawan non Kristiani. Itulah yang dirasakan dan disyukuri oleh Adib bahwa meskipun Stella Maris dikenal sebagai sekolah Katolik namun tetap memiliki toleransi yang begitu besar kepada penganut agama lainnya, terbukti bahwa setiap tahunnya Stella Maris mengadakan acara Halal Bihalal di bulan Ramadhan yang diperuntukkan bagi karyawan, guru maupun pihak outsourcing yang beragama Muslim yang juga turut serta mengundang warga sekitar. Baginya ini adalah sebuah nilai positif tersendiri dimana dalam satu perusahaan yang menjunjung nilai kepercayaan agama tertentu tetap memberikan ruang bagi agama lain dan tidak memaksakannya. Ia pun sebagai guru merasakan keuntungan lainnya karena mendapatkan pelatihan-pelatihan yang dinilai sesuai dengan kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan dalam mengajar anak murid. Selama 10 tahun bergabung dan berkarya di Stella Maris School Gading Serpong, pengalaman yang paling berkesan baginya adalah ketika mengantarkan anak-anak murid mengerjakan Group 4 Project, dimana siswa yang mengambil subjek sains akan mengerjakan penelitian-penelitian mereka selama beberapa hari. “Itu paling berkesan karena banyak momen yang dilewati bersama dengan murid-murid, suka dukanya ketika mengerjakan penelitian mereka hingga berhasil. Banyak cerita dibalik itu yang pasti tidak akan terlupakan,” ungkap Adib. “Kedepannya saya berharap Stella Maris dapat memberikan lulusan yang lebih unggul sehingga nama Stella Maris lebih dapat dikenal di kalangan masyarakat luas.” Lanjut Adib.


