Di dalam sebuah institusi pendidikan, guru merupakan salah satu inti dari instansi tersebut. Guru sebagaimana kita mengetahui dari sejak di bangku sekolah adalah dikenal sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, karena jasanya yang besar dalam mendidik dan memberikan pengetahuan kepada anak-anak muridnya sebagai bekal masa depan. Menjadi guru merupakan sebuah panggilan. Namun yang perlu diperhatikan adalah tak sedikit esensi dari mendidik sering dilupakan oleh guru, dedikasi dan loyalitas yang mulai sering dipertanyakan. Sebuah mental dalam menjalan tugas profesionalnya yang tak jarang mengalami penurunan hingga mempengaruhi pelayanan pendidikan di lapangan.
Loyalitas maupun dedikasi seseorang dalam melakukan pekerjaannya dihubungkan dengan motivasi kerja orang tersebut. Ada 4 macam tipe loyalitas kerja yang perlu kita ketahui menggunakan teori Reichhled dalam bukunya Loyalty Effect:
- Loyalitas Kosong: Seseorang guru dinyatakan tidak memiliki loyalitas dan dedikasi karena tidak dapat menghayati makna hakekat seorang pendidik dalam profesinya, seringnya mereka hanya berpikir akan menjalankan tugasnya demi uang yang didapat. Contoh: seorang guru enggan melakukan tugas tambahan seperti mengantar siswa melakukan lomba kompetisi atau mengurus kelengkapan administrasi sekolah kepada dinas terkait jika ia tidak mendapatkan uang saku. Jika seperti ini adanya maka pekerjaan yang dihasilkan pun tidak optimal dan akan banyak keluhan.
- Loyalitas Inersia: Sebuah loyalitas yang dikarenakan oleh sekedar menjalankan kewajiban dan tugas administrasi sebagai guru seperti menuliskan rencana pembelajaran, mengajar di kelas, menulis laporan dan beberapa tugas administratif lainnya. Yang penting adalah ia sudah datang memenuhi kewajiban dan menjalankan tugasnya.
- Loyalitas Laten: Seorang guru memiliki pandangan positif akan tugas dan kewajibannya namun penentu dedikasi dan loyalitasnya lebih bersifat situasional ketimbang emosional. Contohnya: seorang guru akan lebih bersemangat mengajar jika ia tahu bahwa tunjangan akan segera cair, sarana dan prasarana mendukung, masukan dari siswa yang berkualitas sehingga muncul sebuah kebanggaan mengajar di sekolah bersangkutan. Namun sebaliknya, jika kondisinya tidak mendukung guru tersebut akan cenderung mengalami demotivasi bahkan frustasi dalam melakukan tugas dan kewajibannya.
- Loyalitas Premium: Sebuah loyalitas yang diwujudkan dengan perilaku dari guru yang setia menjalankan tugas dengan tulus tanpa pamrih. Loyalitas seperti ini adalah dimana seorang guru tidak lagi terpatok dalam rutinitasnya mengajar melainkan memperhatikan kepentingan perkembangan setiap individu (siswa) dibawah pengajarannya dalam hal motivasi belajar. Mereka bahkan dengan bangga untuk merekomendasikan tempatnya mengajar kepada saudara maupun rekan terdekatnya, seperti rekomendasikan untuk bergabung menyekolahkan anak-anaknya hingga bekerja di sekolah tersebut.
Lalu apa yang harus dilakukan kepala sekolah sebagai pemimpin yang membawahi para guru yang juga bekerja bersama dengan mereka?
- Memberikan teladan mengenai arti dari loyalitas dalam bentuk perilaku nyata baik dalam masalah keuangan, keadilan, maupun membantu kesulitan guru dalam administrasi pendidikan tanpa pamrih sehingga guru pun merasa bahwa loyalitas dan dedikasi yang tidak hanya sekedar kewajiban namun bagian dari sistem pelayanan dan esensi dari seorang pendidik.
- Mampu menjadi mentor dan motivator agar guru mampu meningkatkan layanan pendidikan menjadi sebuah emotional attachment terhadap kepentingan terbaik siswa. Keteladanan kepala sekolah dalam memperjuangkan prestasi serta kebutuhan belajar siswa harus dapat dilihat sebagai contoh menyenangkan bagi guru.
- Membangun team yang solid terutama menciptakan tumbuhnya sense of ownership guna menghadapi tantangan yang dihadapi bersama. Dengan melakukan berbagai kegiatan bersama dengan diselingi memasukkan nilai-nilai pendidikan tersebut akan semakin meningkatkan keeratan hubungan dalam tim.
- Menjadi fasilitator untuk memfasilitasi ide-ide kreatif dari setiap guru dan mempertimbangkannya dengan menjadikannya program kegiatan pembelajaran yang berpotensi meningkatkan life skill siswa.
Loyalitas dan dedikasi guru bukan hanya persoalan manajemen kedisiplinan dan pengingkatan kesejahteraan melainkan kesadaran akan filosofi dasar kependidikan yang tercermin secara langsung dari ucapan dan tindakan guru dalam perilaku keseharian terutama membela kepentingan terbaik siswa.
Disadur dari berbagai sumber


