Pendidikan holistik adalah suatu filsafat pendidikan yang berasal dari pemikiran bahwa pada dasarnya seorang individu dapat menemukan identitas, tujuan dan makna hidup melalui hubungannya dengan masyarakat, nilai-nilai spiritual dan lingkungan alam. Tujuan dari pendidikan holistik sendiri adalah untuk membantu dalam mengembangkan potensi individu dalam suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan, demokratis dan humanis melalui pengalaman dalam berinteraksi dengan lingkungan yang ada disekitarnya. Melalui pendidikan holistik ini, diharapkan peserta didik dapat menjadi dirinya sendiri dengan artian dapat memperoleh kebebasan dari segi psikologis, mengambil keputusan yang baik dan tepat, dapat menyesuaikan cara belajar sesuai dengan dirinya, memperoleh kecakapan dalam sosial serta dapat mengembangkan karakter dan emosionalnya.
Pendidikan holistik ini sangat memperhatikan kebutuhan serta potensi yang dimiliki oleh para peserta didiknya baik dalam aspek intelektual, artistik, emosional, kreatif, fisik dan spiritual. Proses pembelajaran ini menjadi tanggung jawab personal sekaligus juga menjadi tanggung jawab kolektif, oleh karena itu strategi pembelajaran holistic ini lebih diarahkan pada bagaimana mengajar dan bagaimana murid belajar. Dalam pendidikan holistik ini peran dan otoritas seorang guru untuk memimpin dan mengontrol kegiatan pembelajaran hanya sedikit, seorang guru lebih banyak berperan sebagai mentor, sahabat dan fasilitator. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menerapkan pendidikan holistik:
- Menggunakan pendekatan pembelajaran secara transformatif
- Prosedur pembelajaran yang fleksibel
- Pemecahan masalah melalui disiplin ilmu
- Pembelajaran yang bermakna
- Pembelajaran melibatkan komunitas dimana individu itu berada


