Pendidikan mengambil peranan penting dalam membentuk generasi di masa depan. Dan seluruh lapisan masyarakat pun turut bertanggungjawab untuk memberikan yang terbaik atas kemampuannya untuk meningkatkan pendidikan bangsa. Inilah 10 wanita Indonesia yang memiliki peranan penting dalam dunia pendidikan. Penasaran siapa saja mereka?
1. Analisa Widyaningrum, seorang psikolog dan pendiri Analisa Personality Development Center.
Keseriusannya di dunia psikologi mengantarkan analisa untuk mendirikan wadah pendidikan untuk pengembangan diri yakni Analisa Personality Development Center yang memberi jasa konsultasi psikologi, in-house training, dan sekolah kepribadian.
2. Ainun Chomsun, pendiri Akademi Berbagi.
Keinginannya untuk memperdalam ilmu periklanan menjadi kunci pembuka gudang ilmu bernama Akademi Berbagi. Ini adalah sebuah gerakan berbagi cuma-Cuma kepada siapa saja yang mau belajar.
3. Najelaa Shihab, penggagas inibudi.org, dan pencetus Pekan Pendidikan.
Melalui pekan pendidikan, Najelaa Shihab menginginkan pemerintah mengubah kebijakan dengan melihat kondisi pendidikan di Indonesia dari bawah ke atas melalui partisipasi yang efektif dari segala pihak.
4. Heni Sri Sundani, pendiri Gerakan Anak Petani Cerdas.
Pada tahun 2013, ia menggagas Gerakan Anak Petani Cerdas dan mendirikan komunitas AgroEdu Jampang, yang berfokus pada bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Kini, para penerima manfaat dari program-program komunitasnya tersebar di 40 kabupaten di Pulau Jawa dan Lombok.
5. Septi Peni Wulandari, pendiri Institut Ibu Profesional.
Gagasan mengenai Ibu Profesional muncul di benak Septi Peni Wulandari sejak 2008. Kriteria umumnya adalah perempuan itu bersungguh-sungguh menjalankan peran sebagai ibu, perempuan dan istri. Mereka kuat baik di ranah domestik maupun publik. Institut Ibu Profesional dibentuk untuk menjadi laboratorium pencetak para ibu pilar keluarga yang tangguh.
6. Diane Dharmayanthi, pendiri PKBM Modeslavidi.
Diane membentuk Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Modeslavidi. Tempat ini mengajarkan anak-anak belajar membaca dan berhitung dari PAUD, TK sampai dengan SD. Di ruang belajar ini juga disediakan pendidikan kesetaraan untuk Paket A, B dan C.
7. Sri Wahyaningsih, seorang aktivis pendidikan alternative dan pendiri Sanggar Anak Alam.
Pendiri Sanggar Anak Alam (SALAM) yang berlokasi di daerah Nitiprayan, Yogyakarta menggagas dan mengembangkan model sekolah kehidupan yang menaruh fokus pada kemerdekaan belajar serta sikap sosial anak sejak dini. Di sanggar ini siswa diajarkan agar mampu berpikir secara merdeka, belajar dari alam dan akar sosial budayanya, serta menemukan sendiri bakat dan minat yang mereka sukai.
8. Ayu Kartika Dewi, penggagas dan salah satu pendiri SabangMerauke.
Sebuah organisasi yang menyelenggarakan program pertukaran pelajar antardaerah di Indonesia, dengan tujuan membuka cakrawala anak-anak Indonesia untuk memahami pentingnya pendidikan bagi masa depan mereka dan menanamkan nilai ke-bhinneka-an.
9. Firly Savitri, salah satu pendiri dan CEO Ilmuwan Muda Indonesia.
Kehadiran IMI bertujuan untuk mengenalkan dan menginspirasi anak-anak agar menyukai sains. Untuk itu IMI memiliki beberapa program seperti: Mobile Planetarium, Kitchen Science Experiment dan Lab in the Box.
10. Emmanuella Mila, pendiri Rumah Dongeng Pelangi.
Rumah Dongeng Pelangi mengajarkan guru-guru PAUD untuk bisa mendongeng bagi anak-anak. Materi dongengnya beragam dari mulai cerita rakyat, fabel, hingga tematik seperti transportasi, hari bumi dan lainnya.


