Setiap manusia pada dasarnya dilahirkan sebagai pemimpin baik menjadi pemimpin bagi orang lain maupun menjadi pemimpin bagi diri sendiri. Dewasa ini pemimpin dan pimpinan selalu dianggap sama oleh banyak orang karena kurangnya pemahaman. Berikut ini adalah perbedaan antara seorang pemimpin dan pimpinan:
Seorang Pemimpin:
- Demokratis.
- Memimpin.
- Melihat masalah sebagai kesempatan yang dapat diatasi staff yang bersatu padu dan berubah menjadi pertumbuhan.
- Dapat mengayomi orang yang dibawahinya, duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan siapapun orang. Orang sekitarnya pun akan segan.
- Menyelesaikan masalah dan memperbaiki kesalahan.
- Menguasai 90% tenaga kerja yang kooperatif.
- Memupuk antuasiasme dalam bekerja dan menciptakan lingkungan pekerjaan yang menyenangkan.
- Membangun kepercayaan pada setiap karyawannya.
- Bekerja mengandalkan kerjasama dalam tim.
- Pemimpin selalu menyebut diri dengan sebutan “kita” atau “kami”.
- Menjadi pendengar setia dan penjaga keadilan untuk kesejahteraan karyawannya.
Seorang Pimpinan:
- Otoriter.
- Memerintah.
- Melihat masalah sebagai musibah yang akan menghancurkan perusahaan.
- Melihat sebuah kesalahan sebagai kesalahan dan memojokkan.
- Menciptakan lingkungan pekerjaan yang menjemukan dan ketidaknyamanan bagi karyawannya.
- Menciptakan rasa takut dalam diri karyawannya.
- Bekerja mengandalkan kekuasaan.
- Pimpinan selalu menyebut diri dengan sebutan “saya”.
- Hanya ingin didengar.
Seseorang baru dapat dikatakan pemimpin yang baik jika ia pun dapat menjadikan karyawannya menjadi pribadi yang berkembang dan berhasil baik dari segi karakter maupun kemampuan. Kini kita mengetahui perbedaan antara pemimpin dan pimpinan. Renungkanlah baik-baik, bagaimanakah kita mau membentuk kita menjadi seorang pemimpin yang dapat membimbing ataukah hanya sekedar pimpinan yang hanya ingin didengarkan?
Diambil dari berbagai sumber


