Menurut Anda, manakah yang lebih efisien, menjadi seorang profesional dengan kompetensi bersifat generalis (berorientasi pada specific job area) atau menjadi profesional dengan kompetensi bersifat spesialis (berorientasi pada specific job task)? Apa yang membedakan kaum generalis dan spesialis?
Kaum generalis, biasa disebut dengan “manusia segala bisa”. Kaum generalis adalah tipikal manusia yang dapat menjadi ahli dalam segala hal dan mampu melakukan banyak hal sekaligus (multi-tasking). Pemahaman dari kaum generalis adalah bahwa manusia harus bisa melakukan segala hal meskipun tidak ahli, agar tidak memiliki ketergantungan terhadap orang lain.
Sementara kaum spesialis adalah kaum elit yang spesifik, mereka cenderung menguasai dengan baik mengenai satu hal yang memang menjadi minat mereka dan sedikit mengetahui tentang hal lain diluar kemampuan. Konsep pemahaman kaum spesialis adalah bahwa setiap orang mampu melakukan hal yang terbaik yang tidak dapat dilakukan lebih baik oleh orang lain, dan ini membicarakan tentang kemampuan atas minat yang dimiliki setiap orang. Dengan kata lain, kaum spesialis beranggapan bahwa satu orang harus menjadi ahli dalam satu bidang pekerjaan tertentu dan untuk melakukan pekerjaan lainnya manusia membutuhkan manusia lain, oleh karena itu muncullah kerjasama.
Paradigma pembedaan antara spesialis vs generalis bermula dari kebutuhan perusahaan yang ingin melakukan efisiensi. Banyak pemilik perusahaan yang berupaya menekan overhead cost, tapi tetap ingin mengoptimalkan keuntungan. Oleh karena itu beberapa perusahaan mencari karyawan yang memiliki kemampuan multi-tasking dan bisa diberi tanggung jawab untuk mengerjakan pekerjaan di luar job description.
Pemikiran tersebut cukup relevan ketika perusahaan masih dalam tahap merintis (startup) atau berskala kecil. Namun, ketika skala bisnis sudah semakin besar, pengelolaannya pun tidak bisa lagi menggunakan cara lama. Disinilah tenaga-tenaga spesialis sangat dibutuhkan oleh perusahaan. Kandidat yang memiliki kompetensi spesialis akan memberikan keuntungan yang lebih banyak dibandingkan menjadi seorang generalis, tapi bukan berarti kaum yang berkompetensi generalis tidak memiliki kelebihan. Berikut ini keuntungan yang diberikan kaum spesialis:
- Seorang spesialis lebih menarik di mata pihak yang melakukan rekrutmen.
- Seorang spesialis lebih mudah menciptakan personal branding, karena ia dapat menunjukkan kualitas dan kompetensi profesional yang terlihat lebih menonjol dari kandidat lainnya.
- Spesialis lebih mudah mencapai prestasi kerja optimal bila mengerjakan sesuatu yang merupakan minatnya atau kemampuannya.
- Spesialis berpotensi memiliki posisi tawar menawar yang lebih kuat dalam melakukan negosiasi gaji.


