Lalu Yesus duduk dan memanggil kedua belas murid itu. Kata-Nya kepada mereka: “Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya” (Markus 9:35)
Seperti apakah dunia ini memandang seorang pemimpin? Seorang yang berpendidikan tinggi, memiliki harta dan kedudukan yang tinggi, disegani banyak orang. Penilaian semacam itulah yang menyebabkan begitu banyak orang yang ingin berada di posisi sebagai pemimpin. Bahkan sangat menyedihkan ketika terjadi saling sikut hanya karena suatu posisi yang ingin dicapai. Orang merasa bangga dan merasa dirinya hebat ketika dia berada di puncak sebagai orang yang memimpin orang lain. Semua seakan ditaklukkan olehnya.
Bagaimana dengan konsep seorang pemimpin menurut Yesus? Untuk menjadi yang terbesar haruslah menjadi orang yang melayani. Orang yang mau melayani, memiliki hati hamba, dialah yang terbesar, dialah pemimpin. Apa yang Yesus ajarkan kepada kita sungguh berbeda dengan yang dunia ajarkan. Di dalam Markus 9:33-37 Yesus memberi nasihat kepada para murid-Nya, jika ingin menjadi yang terbesar atau ingin menjadi pemimpin, maka sikap hati yang mau melayani satu dengan yang lain harus dikembangkan. Seorang pemimpin harus mau melayani orang yang dipimpinnya. Contoh nyata diberikan Yesus sebagai gambaran pemimpin yang berhati hamba yaitu dengan membasuh kaki murid-murid-Nya. Inilah yang Yesus maksudkan, seorang pemimpin bukanlah orang yang sekedar memberi perintah tetapi orang yang terlibat dalam pelaksanaan perintah yang ia buat, bahkan dia harus menjadi teladan. Dengan demikian kepemimpinannya bukan saja berkenan kepada manusia tetapi berkenan juga kepada Tuhan.
Siapapun kita, entahkah kita seorang direktur, manager, karyawan, sales, suami, istri, atau seorang anak, konsep ini berlaku bagi semua orang. Bukankah kita semua adalah pemimpin di bidang atau di komunitas kita masing-masing? Karena itu, mari belajar bersama-sama untuk mengembangkan sikap yang benar diawali dari mengubah pandangan kita mengenai seorang pemimpin. Selamat berubah dan berbuah! (YP-04)
Doa: Ya Bapa, kami mau belajar untuk menjadi teladan dalam kepemimpinan kami. Ketika hidup kami berubah maka orang-orang yang kami pimpin pun akan diubahkan. Amin.


