BUAH dari doa adalah kedalaman iman. Buah dari iman adalah cinta. Buah dari cinta adalah pelayanan. Doa adalah percakapan dengan Tuhan, bukan sebuah formula yang menjamin seluruh doa dapat terkabul. Dalam melakukan ritual doa, kita sering kali menangkupkan tangan dan saling mengaitkan jari jemari. Sering kali kita tidak menyadari ketika kita melipat jari saat sedang berdoa yang ternyata kelima jari kita memiliki maknanya masing-masing dalam berdoa.
JARI JEMPOL
Jari ini adalah yang paling dekat dengan Anda, ketika Anda sedang melipat tangan dan berdoa. Jadi, mulailah berdoa bagi orang-orang yang sangat akrab dan dekat dengan Anda. Sebutkan nama-nama mereka yang Anda kenal dengan baik. Bagi CS. Lewis, mendoakan orang-orang yang kita kasihi adalah “a sweet duty”.
JARI TELUNJUK
Jari berikutnya adalah si telunjuk. Doakan bagi mereka yang mengajar. Ini termasuk hamba-hamba Tuhan, guru, dokter dan para pendidik lainnya. Mereka butuh dukungan dan hikmat agar dapat menunjukkan arah yang tepat bagi mereka yang membutuhkan jasa mereka. Doakan mereka selalu.
JARI TENGAH
Ini jari yang paling tinggi, berarti kita harus ingat pada para pemimpin bangsa. Doakan presiden hingga para pejabat dibawahnya. Doakan para pemimpin organisasi sosial maupun bisnis. Mereka sering mempengaruhi bangsa kita dan membimbing opini masyarakat, mereka sangat butuh pertolongan dari-Nya.
JARI MANIS
Jari keempat adalah jari yang paling lemah. Nah, guru piano pun biasanya cukup kebingungan ketika berhadapan dengan si jari yang lemah ini. Oleh sebab itu, mari kita doakan bagi saudara-saudara kita yang lemah, kena musibah, bagi mereka yang diabaikan dan dianggap sebagai sampah masyarakat; mereka sangat membutuhkan doa Anda baik siang dan malam.
JARI KELINGKING
Jari terakhir ini adalah yang paling kecil diantara jari-jari manusia. Inilah jari yang menggambarkan sikap kita yang seharusnya rendah hati saat berhubungan baik dengan Tuhan maupun sesama. Jadi, jangan lupakan berdoa bagi diri sendiri agar memiliki buah roh dan meneladani kehidupan Kristus Yesus, Tuhan kita.
Disadur dari berbagai sumber


