Sebagai seorang profesional, sudah pasti banyak tekanan yang kita hadapi dalam dunia kerja. Dan itu sering kita alami sampai kita menyadari arti sebenarnya bekerja untuk melayani. Ada tertulis, “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia” (Kol 3:23) dan “Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus,”(Efe 6:5)
Untuk memberikan pengertian lebih apakah kita bekerja untuk melayani Tuhan atau kita bekerja karena pekerjaan dapat kita lihat dari indikasi di bawah ini;
Bila Anda melakukannya untuk mendapatkan nafkah, itu pekerjaan
Bila Anda melakukannya karena TUHAN, itu pelayanan
Bila Anda keluar karena ada yang mengkritik, itu pekerjaan
Bila Anda terus bekerja sekalipun dikritik oleh lingkungan sekitar, itu pelayanan
Bila Anda berhenti bekerja karena tidak ada yang berterima kasih/menghargai, itu pekerjaan
Bila Anda terus bekerja walaupun tidak dikenal siapapun, itu pelayanan
Bila Anda semakin sulit menikmati yang Anda kerjakan, itu pekerjaan
Bila Anda sangat menikmati pekerjaan Anda tanpa peduli mengenai kendala-kendala, itu pelayanan
Bila yang Anda pikirkan itu kesuksesan, itu pekerjaan
Bila yang Anda pikirkan itu kesetiaan, itu pelayanan
Tidak sedikit orang yang menganggap bahwa pekerjaan hanyalah sebagai kewajiban dan rutinitas belaka yang harus kita kerjakan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tak jarang juga dari kita menganggap pekerjaan adalah sebagai beban dikarenakan oleh kesibukan dan banyaknya permasalahan yang timbul. Akhirnya kita pun melakukan pekerjaan dengan setengah hati dan mulai kehilangan semangat dalam bekerja.
Namun hal ini akan berbeda bila kita menganggap bahwa pekerjaan itu sebagai anugerah dari Tuhan, dimana kita akan bekerja dengan tulus ikhlas, rela melayani dan tanpa pamrih. Apapun bentuk tugas dan tanggung jawab yang diberikan kita akan melakukannya dengan penuh syukur tanpa berkeluh kesah. Dengan memiliki bekerja sebagai sebuah dari pelayanan pastinya akan memudahkan kita untuk memiliki hati yang lebih damai dan ikhlas dalam menghadapi segala sesuatu, jernih dalam pemikiran ketika dihadapkan oleh suatu masalah. Kita harus menyadari bahwa pekerjaan yang diberikan Tuhan kepada kita adalah suatu bentuk berkat atas talenta/bakat yang daripada-Nya talenta tersebut kita akan semakin diasah dan dipertajam oleh Tuhan. Dengan demikian kita akan semakin penuh rasa syukur.
Jadilah berkat untuk siapapun di sekitar kita dan dimanapun kita berada. Tuhan memberkati.
Disadur dari berbagai sumber


