Selama ini hanya ada 2 tipe kecerdasan yang umum kita ketahui yaitu IQ dan EQ. Lalu apa yang dimaksud dengan kecerdasan spiritual (Spiritual Quotient) dan apa bedanya dengan 3 tipe kecerdasan yang lain? Dan apa hubungannya dengan kinerja karyawan pada sebuah perusahaan/organisasi?
IQ atau Intellectual Quotient menggambarkan kapasitas seseorang untuk melakukan kegiatan mental seperti berpikir, mencari penjelasan dan memecahkan masalah secara logis. Melalui hasil tes IQ dapat ditentukan kemampuan seorang terkait dengan angka karyawan terkait angka, visualisasi, daya ingat dan kecepatan mempersepsikan sesuatu. Seorang karyawan yang memiliki kecerdasan intelektual yang tinggi pastinya sebuah nilai dalam perusahaan dan akan ditempatkan pada posisi atau pekerjaan yang sesuai dengan tingkat intelektualnya.
EQ atau Emotional Quotient menjelaskan tentang kemampuan seseorang untuk mendeteksi dan mengelola emosi. Ada 4 level kecerdasan emosi yaitu self-awarenessatau kesadaran diri, pada tahap ini karyawan mengenal dan memahami emosi yang dimiliki serta kekuatan dan kelemahan dari emosi tersebut. Kedua, self-management atau mengelola diri, karyawan tidak hanya mampu mengenal dan memahami emosi namun juga mampu mengelola dan mengendalikannya serta mengarahkannya ke arah yang positif. Ketiga, social awareness atau kesadaran sosial, dimana karyawan mampu berempati terhadap perasaan, pemikiran dan situasi yang dihadapi orang lain terkhususnya dalam sebuah perusahaan/organisasi. Keempat, relationship management atau mengelola hubungan, dimana seorang karyawan mampu mengendalikan dan mengarahkan emosi orang lain serta menjalin hubungan yang baik. Karyawan mampu menginspirasi orang lain, mempengaruhi perasaan serta keyakinan orang lain, juga mengembangkan kapasiltas orang lain.
SQ atau Spiritual Quotient diyakini merupakan tingkat tertinggi kecerdasan yang digunakan untuk menghasilkan arti (meaning) dan nilai (value). Kecerdasan spiritual terkait dengan aktualisasi diri atau pemenuhan tujuan hidup, yang merupakan tingkatan motivasi yang tertinggi. Kecerdasan spiritual yang tinggi ditandai dengan adanya pertumbuhan dan transformasi pada diri seseorang, tercapainya kehidupan yang berimbang antara karier/pekerjaan dan pribadi/keluarga, serta adanya perasaan suka cita serta puas yang diwujudkan dalam bentuk menghasilkan kontribusi yang positif dan berbagi kebahagiaan kepada lingkungan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang memiliki kepercayaan dan menjalankan agama umumnya memiliki tingkat kecerdasan spiritual yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak memiliki kepercayaan atau tidak menjalankan agamanya.
Seperti apakah peran SQ di tempat kerja? Karyawan yang memiliki SQ yang tinggi biasanya akan lebih mudah bangkit dari suatu kegagalan, lebih tahan menghadapi stress dan melihat peluang karena memiliki sikap mental positif dan lebih ceria menjalani hidup. Bagaimana membentuk kecerdasan spiritual yang tinggi di tempat kerja ? Manusia memiliki pikiran dan roh, ingin mencari arti dan tujuan, berhubungan dengan orang lain dan menjadi bagian dari komunitas. Oleh karenanya,organisasi perlu membentuk budaya spiritualitas di lingkungan kerja.
Dengan terbentuknya budaya spiritual di tempat kerja diharapkan akan terbentuk karyawan yang berkarakter dan mampu memenuhi tujuan hidup. Karyawan yang memiliki SQ umumnya memiliki hidup yang seimbang antara kehidupan profesional dan personal, antara tugas dan pelayanan. Hasil penelitian lainnya yang telah dilakukan oleh perusahaan konsultan besar akan penerapan lingkungan kerja yang spiritual meningkatkan produktivitas dan menurunnya angka turn over karyawan pada sebuah karyawan.


