Kompetensi seorang pemimpin bukan pada kekuatan fisik maupun orang kuat dibaliknya namun juga kecerdasan pemikiran, dan disini perempuan mendapatkan tempat yang sama dengan kaum pria untuk dapat menjadi seorang pemimpin baik dalam sebuah kelompok, organisasi maupun hingga memimpin sebuah negara sekalipun. Pro-kontra perempuan menjadi pemimpin memang tidak ada habisnya di berbagai belahan dunia, namun perlu diakui sentuhan perempuan diperlukan agar pemerintah mempunyai banyak pertimbangan untuk menentukan kebijakan. Berikut ini adalah sifat-sifat perempuan yang menjadikannya keunggulan dalam menjadi pemimpin:
Pertama, perempuan lebih mampu dalam menangani beberapa hal sekaligus atau multitasking. Ketika berhadapan pada beberapa tugas sekaligus dalam waktu berdekatan perempuan lebih mampu dalam mengendalikan situasi.
Kedua, perempuan juga cenderung lebih demokratis. Sebagian perempuan justru tidak memandang gengsi ketika memegang tongkat kepemimpinan. Dengan sikap ini perempuan yang menjadi pimpinan akan bersikap lebih terbuka untuk menerima masukan dari anak buah atau bawahannya.
Ketiga, sebagian perempuan yang menjadi pemimpin bersikap lebih fleksibel dan juga lebih kreatif dalam mencari solusi ketika menghadapi suatu masalah.
Keempat, perempuan mempunyai intuisi. Intuisi perempuan ini terkadang membantu dalam menghadapi klien baru, memecahkan persoalan dan membuat keputusan.
Kelima, perempuan mempunyai sifat yang membimbing dan memotivasi. Sifat keibuan perempuan dapat dikelola untuk membimbing dan mengarahkan anak buah. Sifat ini juga dapat mendorong semangat dan motivasi bawahannya.


