Pernahkah Anda mendengar tentang Social Entrepreneushipr?
Pastinya beberapa telah mengetahui atau setidaknya pernah mendengar mengenai Social Entrepreneurship.
Social Entrepreneurship jika diambil dari dua kata yaitu social dan entrepreneurship. Social lebih diartikan kepada kemasyarakatan dan pemberdayaan. Entrepreneurship adalah kewirausahaan. Social Entrepreneur adalah seseorang yang mampu menciptakan keuntungan yang tidak hanya berfokus pada keuntungan organisasi nirlaba, namun lebih kepada pemberdayaan masyarakat yang lebih besar dan luas melalui keuntungan organisasi tersebut. Tujuan utama Social Entrepreneurship adalah menciptakan sistem perubahan yang berkelanjutan (sustainable systems change). Kunci pentingnya adalah inovasi, berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan adanya perubahan system social masyarakat. Lalu apa sih sebenarnya Social Entrepreneur?
“ A social entrepreneur is someone who recognizes a social problem and uses entrepreneurial principles to organize, create, and manage a venture to make social change….rather than bringing a concept to market to address a consumer problem, social entrepreneurs attempt to bring a concept to market to address a public problem. “ (Alex Nicholls, Oxford University’s Skoll Centre).
Social Entrepreneur adalah orang-orang yang melakukan perubahan. Bersama dengan lembaga-lembaga, jaringan, dan komunitas masyarakat, mereka menciptakan solusi yang efisien, berkelanjutan, transparan, dan memiliki dampak yang terukur. Ciri-ciri social entrepreneur adalah mereka mau berkorban, segera bertindak jika ada permasalahan sosial di lingkungannya, memiliki sikap praktis, inovatif, tekadnya kuat, berani ambil resiko, melakukan perubahan sosial, dan yang terpenting mereka mau mengevaluasi diri sendiri.
Ada beberapa contoh tokoh Social Entrepreneur yang aktif di Indonesia hingga saat ini, yaitu:
- Masril Koto: Pendiri bank khusus petani di Sumatera Barat. Dengan pemberdayaan yang dilakukan oleh Masril Koto, banyak petani yang tadinya malas bertani karena banyaknya kendala seperti modal dan pemasaran, mereka dapat menjadi petani yang dapat menghasilkan tanpa takut akan kendala tersebut.
- Silverius Oscar Unggul (Onte): Pendiri Organisasi JAUH. Bang Onte, pria kelahiran Kendari Sulawesi Tenggara ini adalah peraih Social Entrepreneur of The Year 2008, Ernst & Young, Schwab Foundation. Berawal dari perjuangannya di masa kuliah sebagai seorang pecinta alam, beliau dan kawan-kawannya membentuk organisasi Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam) di kampusnya. Dari tempaan dan persahabatannya yang begitu erat dengan alam, Bang Onte benar-benar dimanjakan dengan warga-warga di pelosok Indonesia yang begitu baik. Sampai akhirnya Bang Onte berkesimpulan bahwa orang-orang akan berperilaku baik seiring dengan alamnya yang masih terjaga. Maka tidak heran ketika alam rusak akan berpengaruh negatif pada masyarakat di sekitarnya.
Indonesia membutuhkan banyak pahlawan di bidang social entrepreneurship ini agar masalah kemiskinan, pendidikan, kesehatan dan lapangan kerja mendapatkan solusi dengan kewirausahaan. Lalu Indonesia akan lebih sejahtera, makmur, adil merata.
Disadur dari berbagai sumber


