Setiap organisasi memiliki iklim kerja yang berbeda. Keanekaragaman pekerjaan yang dirancang dalam organisasi atau sifat individu yang ada akan menggambarkan perbedaan tersebut. Setiap organisasi memiliki strategi dalam menjalankan sistem manajemen sumber daya manusia yang menciptakan iklim kerja dalam organisasi yang nantinya memacu karyawan untuk mengutarakan kepentingan dan ketidakpuasan tanpa adanya rasa takut akan feedback. Organisasi cenderung menarik dan mempertahankan orang-orang dengan iklim yang diciptakan dalam organisasi sehingga dalam tingkatan tertentu polanya dapat bertahan lama. Pada umumnya para ahli memiliki pendapat yang sepaham tentang definisi iklim organisasi yang menyatakan bahwa iklim kerja adalah sesuatu yang menjadi karakter, ciri khas atau nilai-nilai utama yang melekat dalam interaksi antar individu dan bagian dalam organisasi. Miller (1997:128) mengatakan bahwa iklim kerja adalah nilai semangat yang mendasar dalam cara mengelola hubungan dan mengorganisasikannya. Nilai-nilai yang terbentuk inilah yang akan mempengaruhi individu dalam melakukan tugas-tugas dalam organisasi.
Iklim kerja dalam sebuah organisasi penting untuk diciptakan karena merupakan persepsi seseorang tentang apa yang diberikan oleh organisasi dan dijadikan dasar bagi penentuan tingkah laku anggotanya. Iklim ditentukan oleh seberapa baik anggota akan diarahkan, dibangun dan dihargai oleh organisasi. Berikut ini adalah beberapa cara menjaga lingkungan/iklim kerja yang kondusif bagi para anggotanya:
1. Memahami motivasi
Anda harus mempelajari hal yang penting bagi anggotanya, apa faktor motivasi internal dan eksternal bagi individu tersebut misalnya penghargaan/apresiasi, tujuan kerja dan sebagainya.
2. Tunjangan dan fasilitas kompetitif
Selain gaji, hal yang yang menjadi perhatian karyawan adalah tunjangan atau fasilitas yang dimiliki dalam organisasi pada karyawannya seperti asuransi kesehatan, fasilitas kendaraan (bagi posisi tertentu) dan sebagainya yang membuat karyawan di dalam organisasi tersebut semakin termotivasi untuk lebih produktif dalam bekerja. Ini pun dapat meningkatkan loyalitas karyawan.
3. Kesempatan meningkatkan kemampuan dan pengetahuan
Pemberian pelatihan, bimbingan dalam berbagai bentuk membantu para anggota organisasi/karyawan dalam mengembangkan potensi pribadi dan menjadi penyegaran di sela-sela kesibukan pekerjaan. Berikan waktu khusus atau jadwalkan selama setahun kegiatan ini dengan memberikan kompensasi khusus bagi peringanan beban kerja.
4. Komunikasi antara atasan dan bawahan
Kelancaran komunikasi sangat penting antara atasan dan bawahan termasuk dengan perusahaan. Atasan maupun bawahan yang sulit diajak berkomunikasi adalah hambatan besar dalam sebuah organisasi. Selalu libatkan anggota dalam unit-unit tertentu dalam pengambilan kebijaksanaan bagi kesejahteraan bersama.
5. Hormati anak buah
Dengarkan dan hargai ide yang sudah diutarakan oleh karyawan atau anak buah Anda, hargai kerja kerasnya dalam membantu mencapai target. Jangan mempermalukan atau menegur mereka di depan umum karena ini akan menurunkan motivasi dalam diri mereka.
6. Keseimbangan antara kehidupan personal dan pekerjaan
Pahami bahwa setiap orang memiliki kehidupan sosial di luar pekerjaan. Meskipun perusahaan mempekerjakan karyawan namun tetap mereka mempunyai hak untuk bersosialisasi. Berikan kelonggaran bila karyawan memerlukan izin untuk keperluan mendesak, tentunya dengan kompensasi tertentu menurut kebijakan masing-masing perusahaan.
7. Kegiatan kebersamaan
Kegiatan kebersamaan yang rutin wajib dilakukan dalam organisasi untuk semakin menguatkan kerja dalam tim maupun individu setiap karyawannya. Kegiatan yang santai dan menyenangkan namun tetap bermakna, seperti kegiatan kerohanian bersama yang menguatkan secara iman spiritual, maupun kegiatan diluar seperti outbond yang melatih fisik dan kerja tim.
Disadur dari berbagai sumber


