Kebanyakan wawancara pekerjaan yang dilakukan meliputi berbagai macam pengalaman kerja maupun organisasi di depan perekrut. Calon karyawan banyak yang mengira hal tersebut menjadi hal terutama yang akan dicari oleh perekrut, namun ternyata ada hal-hal lain yang menjadi pertimbangan dasar diterima atau tidaknya seorang karyawan di sebuah perusahaan dan itu semua bukan yang tertera di dalam CV. Apakah itu? Kepribadian. Kepribadian maupun karakter seseorang menjadi hal yang dipertimbangkan matang-matang. Simak yuk alasannya!
1. Kecerdasan Emosi: Banyaknya pekerjaan tentu dapat menjadi sebuah tekanan dan akhirnya membuat Anda menjadi emosional. Kurangnya pengontrolan diri tentunya dapat berdampak kurang bagus untuk karir. Oleh sebab itu, perusahaan lebih suka mempekerjakan karyawan yang memiliki emosi yang stabil yang dapat terlihat ketika saat wawancara dengan perekrut dari apakah Anda terlihat antusias, bosan, kurang fokus hingga bagaimana emosi Anda ketika menjawab pertanyaan-pertanyaan perekrut.
2. Karakter: Tidak sedikit orang menutupi kekurangan diri dengan memberikan tampilan terbaik di hadapan perekrut saat wawancara. Banyak orang pintar dan cerdas namun kurang bisa membawa diri dan menempatkan diri lantas menutupinya dengan penampilan maupun prestasi. Sebaiknya tidak perlu menutup-nutupi diri Anda karena cepat atau lambat karakter asli Anda akan diketahui. Perilaku Anda sama pentingnya dengan prestasi Anda.
Memiliki emosi yang stabil membuat Anda tidak mudah terpancing dan dapat menempatkan diri dengan baik. Prestasi yang membanggakan berjalan bersamaan dengan bagaimana Anda bersikap dan membawa diri di depan publik sebagai perwakilan dari perusahaan Anda dimana pun Anda bekerja. Jagalah selalu komunikasi Anda ketika wawancara dan bangunlah karakter diri yang lebih positif! Selamat bekerja.


