Belakangan ini marak sekali kasus kekerasan terjadi dalam lingkungan sekolah baik dalam bentuk penindasan (bully), pelecehan seksual, atau tawuran. Hal seperti ini tentunya mencoreng dunia pendidikan dan dapat memberikan trauma atau luka bagi para siswa. Sekolah pun tidak lagi menjadi tempat yang aman dan menyenangkan bagi siswa untuk menuntut ilmu. Terjadinya kekerasan dalam lingkungan sekolah perlu disadari akan kurangnya pendidikan karakter yang ditanamkan pada anak didik. Sekolah merupakan tempat berlangsungnya proses pendidikan, lembaga yang diranjang untuk pengajaran siswa dibawah pengawasan guru. Sementara pendidikan adalah pembelajaran, pengetahuan, keteramplian dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan atau penelitian. Lalu pendidikan karakter seperti apa yang perlu ditanamkan pada anak didik sejak dini?
- Kemandirian: Siswa diajarkan untuk berpikir dan bertindak secara mandiri berdasarkan prinsip rasional, dan tetap mempertimbangkan kepentingan pihak lain.
- Menghargai: Siswa diajarkan untuk selalu memiliki rasa menghargai dan menunjukkan penghargaan tersebut terhadap ide, pendapat maupun perilaku dari orang lain yang berbeda.
- Rasa ingin tahu: Siswa diajarkan untuk selalu memiliki rasa keingintahuan terhadap ide-ide baru dan mempelajari hal baru tanpa meninggalkan norma yang ada.
- Peduli: Siswa diajarkan untuk dapat berpikir dan bertindak yang membuat orang lain, benda-benda disekitar maupun lingkungan bisa berfungsi secara aman dan optimal.
- Antusias: Siswa dilatih untuk memiliki semangat yang konsisten dalam tindakan, memiliki inisiatif untuk menyelesaikan tugas dan kewajiban didasari oleh keyakinan yang benar.
- Kreatif: Siswa dididik untuk memiliki pola pikir dan kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang positif dan bermanfaat bagi dirinya dan orang lain.
- Bertanggungjawab: Siswa diberikan kepercayaan dan diandalkan, dapat memberikan keputusan dari perspektif moral atau basis rasionalnya dan bertanggungjawab atas perilakunya.
- Pengarahan diri: Siswa dituntuk untuk menentukan dan mengidentifikasi kekuatan dan kelemahannya sendiri, serta dapat menentukan target-target yang ingin dicapai.
- Toleransi: Siswa ditanamkan pengajaran untuk dapat memahami, menerima dan menghargai perbedaan sebagai keunikan yang akan saling melengkapi dalam kebersamaan.
- Integritas: Siswa dilatih untuk mampu mengatakan, bersikap, bertindak tulus dan jujur terhadap diri sendiri maupun orang lain, sesuai dengan nilai atau prinsip yang diyakininya.
- Pengendalian diri: Siswa mampu mengendalikan pikiran dan tindakan sesuai norma-norma yang benar agar dapat memenuhi kebutuhan eksternal dan berfungsi secara baik di tengah masyarakat.
- Tegas: Siswa dididik untuk memiliki kemampuan komunikasi yang tegas, sebagai perwujudan rasa hormat terhadap diri sendiri, tanpa mengurangi rasa hormat pada orang lain.
- Persuasif: Siswa ditanamkan untuk memiliki kemampuan berkomunikasi yang dapat meyakinkan dan mengubah orang lain ke arah yang lebih baik dalam sisi positif.
- Produktif: Siswa diajarkan untuk memiliki kebiasaan untuk menghasilkan ide-ide, pemikiran maupun karya yang bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun orang lain.
Ke-14 karakter tersebut adalah karakter-karakter yang ditanamkan pada anak didik oleh Stella Maris School, sebagai salah satu sekolah terbaik Serpong. Dengan menanamkan pendidikan karakter pada anak yang disesuaikan dengan usia dan level pendidikan, maka anak didik akan mampu untuk menyerap semua dengan baik dan pembentukan karakter generasi bangsa dapat terpelihara. Kekerasan yang terjadi di dalam lingkungan sekolah pun akan terhindari. Siswa akan mampu hidup berdampingan dengan damai di tengah perbedaan yang ada. Pembentukan pendidikan karakter ini pun memerlukan dukungan tidak hanya dari pihak sekolah namun juga orang tua sebagai tempat pertama seorang anak mendapatkan pendidikan awal mula-mula. Oleh karena itu, hubungan yang baik terjalin antara pihak guru/sekolah dengan orang tua sangat berpengaruh dalam proses tumbuh kembang anak. Tanpa dukungan orang tua, apa yang telah diajarkan di sekolah tidak dapat berjalan baik.
Stella Maris School dalam mendukung program pembentukan karakter pada siswa sebagai salah satu program kurikulum, mengajak orang tua untuk berpartisipasi aktif dalam tumbuh kembang anak melalui Platinum Triangle Program. Program ini menyertakan orang tua murid untuk selalu berperan aktif dalam pendidikan anak di sekolah melalui kegiatan sekolah yang diadakan, dengan begitu orang tua akan tahu perkembangan demi perkembangan. Karakter merupakan hal terpenting yang tidak dapat diabaikan, inilah tugas kita semua untuk menciptakan generasi penerus Indonesia yang berkualitas sesuai dengan normal dan nilai-nilai yang ada.


