Pendidikan anak terbentuk bisa tidak hanya dari sekolah namun juga rumah, karena akhlak dan karakter anak bermula dari keluarga sebelum akhirnya anak siap untuk memasuki jenjang pendidikan awal. Namun kemudian, beberapa waktu berselang tiba-tiba muncul wacana dari pemerintah mengenail full day school yang muncul begitu banyak reaksi terhadapnya. Banyak orang mengeluh mengenai perkembangan teknologi, krisis ekonomi yang sering dikaitkan dengan lemahnya karakter generasi muda saat ini. Namun pada nyatanya semua pihak bertanggung jawab akan perbaikan pengembangan karakter generasi bangsa. Pertanyaannya, lalu bagaimana cara dan peran pihak sekolah dalam pembentukan karakter anak dengan begitu banyak interfensi isu di luar sana?
Individu berkarakter kuat adalah individu yang perlu menanggulangi masalah-masalahnya yang berkenaan dengan emosi. Keadilan dan kejujuran tidak hanya diceramahkan dan dikuliahkan tetapi juga dialami, dicontohi, dinilai dan dilakoni langsung oleh individu yang bersangkutan sehingga akhirnya dapat mengambil keputusan yang bertanggung jawab dan beraspirasi tinggi untuk memperbaiki kualitas hidup. Dalam membentuk karakter sekelompok individu membutuhkan investasi waktu yang tidak dapat ditentukan. Pembentukan karakter dibentuk melalui pemberian teladan baik dari orang tua, guru maupun pemimpin dalam sebuah organisasi. Apakah pada saat kita menuntut anak-anak, siswa, maupun karyawan untuk dapat mewujudkan karakter-karakter yang ingin kita tanam, kita sudah terlebih dahulu memberikan contoh perilaku demikian? Ataukah hanya sibuk berteriak tetapi berperilaku bertentangan dengan apa yang ingin kita sampaikan? Oleh karena itu perlu adanya cara dalam menerapkan pembentukan karakter yang ingin dibangun baik dalam sebuah organisasi maupun kepada anak didik di sekolah:
- Pembicaraan tatap muka dan kebersamaan serta pengawasan ketika menerapkan pembentukan karakter.
- Fokuslah pada esensi, bukan pada berapa jam yang telah dipakai untuk mengajar.
- Manfaatkan waktu-waktu yang tersedia untuk menanamkan teladan karakter, merancang sistem pembelajaran yang mendukung dan membangun budaya yang semakin memperkuat penanaman karakter tersebut baik dari guru ke murid-muridnya maupun pemimpin ke karyawan yang dibawahinya.


