Cara Menumbuhkan Sikap Jujur
Dalam hal menumbuhkan sikap jujur pada anak sejak dini, ada banyak strategi yang bisa diikuti. Dan ini berarti memerlukan bantuan tidak hanya dari pihak sekolah namun juga orang tua sebagai orang terdekat untuk membimbing, mengarahkan dan mengajarkan pada anak untuk senantiasa jujur baik dalam ucapan maupun perbuatan. Dibutuhkan keteladanan orang tua untuk menanamkan kejujuran, karena tanpa kita sadari justru orang tualah yang kerap mencontohkan sikap tidak jujur kepada anak. Misalnya, ketika orang tua menjanjikan anak sesuatu agar ia melakukan sesuatu atau hanya untuk berhenti dari tangisannya, ternyata orang tua tidak menepatinya. Hal seperti ini menjadi contoh ketidakjujuran bagi anak. Lalu hal apa yang bisa dilakukan untuk menanamkan karakter jujur pada anak?
1. Menghargai kejujuran anak: Ketika anak berbuat salah dan berkata jujur atas segala perbuatannya, hargailah dia. Karena butuh keberanian hati yang besar bagi seorang anak untuk dapat berkata jujur apa adanya. Yang harus Anda lakukan adalah menerima kejujuran tersebut dan menghargainya sehingga anak pun merasa bahwa bersikap jujur sangatlah penting.
2. Berikan motivasi pentingnya kejujuran melalui contoh: Terus berikan motivasi secara bersinergi mengenai kejujuran sebagai sebuah sikap yang harus dimilikinya. Konsep motivasi ini dapat berupa tindakan yang serupa yang ditunjukkan di depan anak (baik pendidik maupun orang tua). Karena yang menjadi kendala seringnya anak berbohong adalah mencontoh orang sekitarnya terutama orang tua, maka jadilah teladan baginya bahwa karakter jujur harus dimiliki dari segala usia.
3. Berikan penghargaan: Sedikit orang tua maupun pendidik memberikan penghargaan atas kejujuran yang sudah diberikan oleh anak sehingga akhirnya mereka memilih jalan lain selain jujur agar terhindar dari omelan. Seperti contohnya ketika anak mendapat nilai rendah di suatu mata pelajaran tertentu, seorang anak akan merasa takut untuk menyampaikan ke orang tuanya bahwa ia telah mendapat nilai rendah akhirnya ia memutuskan untuk menyembunyikan nilai tersebut dengan berbagai alasan. Tentu seperti ini tidaklah baik. Berikan penghargaan karena sikap jujurnya dan cari jalan keluar bersama sehingga anak pun mengerti benar apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki tindakannya di kemudian hari.
Kesimpulannya adalah, usaha guru maupun orang tua dalam hal menanamkan karakter jujur pada anak adalah dengan menggunakan pendekatan behaviorisme yaitu dapat dimulai dengan memberikan stimulus berupa keteladanan kejujuran terlebih dahulu, menjadi guru/orang tua yang terbuka pada anak sehingga anak pun tidak merasa tertekan ketika harus berkata jujur, serta konsisten terhadap sistem reward dan punishment sehingga anak pun tetap disiplin untuk bersikap jujur.


