Potensi kreatif dapat diukur melalui beberapa pendekatan, yaitu pengukuran langsung; pengukuran tidak langsung, dengan mengukur unsur-unsur yang menandai ciri tersebut; pengukuran ciri kepribadian yang berkaitan erat dengan ciri tersebut; dan beberapa jenis ukuran yang bukan tes. Pendekatan kelima adalah dengan menilai produk kreatif nyata.
- Tes yang Mengukur Kreativitas secara Langsung
- Tes yang Mengukur Unsur-Unsur Kreativitas
- Tes yang Mengukur Ciri Kepribadian Kreatif
- Pengukuran Bakat Kreatif secara Non-Tes
- Pengamatan Langsung terhadap Kinerja Kreatif
Sesuai dengan definisi U.S.O.E., bakat kreatif merupakan salah satu dari enam bidang keberbakatan. Definisi tentang kebebakatan, membedakan enam bidang keberbakatan yaitu: Bakat intelektual umum, Bakat akademik khusus, Bakat kreatif-produktif, Bakat kepemimpinan, Bakat seni visual dan pertunjukkan, Bakat psikomotor. Berikut rinciannya
- Bakat Intelektual Umum: Untuk mengidentifikasi kemampuan intelektual umum ditentukan melalui taraf inteligensi atau IQ (Intelligence Quotient). Ada dua macam tes inteligensi yaitu tes inteligensi individual dan tes inteligensi kelompok.
- Bakat Akademik Khusus: Cara lain untuk mengidentifikasi anak berbakat intelektual adalah dengan melihat prestasi akademis. Tes prestasi akademis bertujuan mengukur pembelajaran dalam arti pengetahuan tentang fakta dan prinsip, dan dapat ditambahkan kemampuan untuk menerapkannya dalam situasi kompleks dan yang menyerupai hidup. Prestasi belajar dapat diukur sehubungan dengan hasil pada mata ajaran di sekolah dalam kelas tertentu, dalam hal ini tes dapat dibuat oleh guru sendiri atau dapat diukur sehubungan dengan apa yang diharapkan dipelajari oleh siswa dari tingkat kelas tertentu.
- Bakat Kreatif-Produktif: Kreativitas merupakan bentuk bakat yang majemuk, oleh karena itu penyusunan ukuran-ukuran untuk mengidentifikasi bakat kreatif harus dimulai dengan definisi kerja dari konsep tersebut. Pada umumnya alat tes mereka mengutamakan kemampuan berpikir seperti kelancaran, kelenturan, orisinalitas, dan elaborasi, namun pendekatan mereka berbeda.
- Bakat Kepimimpinan: Kemampuan untuk memimpin tidak hanya mencakup kemampuan intelektual, tetapi juga peubah kepribadian lainnya. Berdasarkan tinjauan teori dan hasil riset, pada umumnya ditemukan faktor berikut yang paling erat kaitannya dengan kepemimpinan: Kapasitas, Prestasi, Tanggung jawab, Peran serta, Status, Situasi.
- Bakat Seni Visual: Pada umumnya orang yang bertalenta dalam seni visual dan pertunjukkan pada umumnya juga memiliki tingkat inteligensi dan kreativitas yang cukup tinggi, di samping kemampuan dan keterampilan khusus dalam bidang seni. Tes inteligensi dan tes kreativitas dapat secara umum digunakan untuk semua bidang talenta.
- Bakat Psikomotor: Kemampuan psikomotor diperlukan dalam kegiatan manusia dan dapat diamati jika seseorang belajar melakukan kegiatan olahraga dan atletik, atau jika ia memainkan alat musik atau main drama. Untuk mengidentifikasikan tingkat kemampuan psikomotor, sebaiknya dilakukan penjaringan terlebih dahulu untuk menentukan tingkat kemampuan intelektual, kemampuan yang khusus berkaitan dengan bidang talenta, kemampuan berpikir kreatif jika kemampuan psikomotor tersebut memerlukan inovasi.


