Mengenali hal-hal yang menjadi kekuatan dan kelemahan Anda dapat membantu Anda menstabilkan kehidupan pribadi dan memelihara hubungan profesional. Pengenalan akan diri sendiri adalah sarana hebat yang diabaikan oleh banyak orang, karena mempelajari diri sendiri terasa sulit dan kadang tidak nyaman. Apalagi, hal-hal yang tampak sebagai kekuatan salah satu orang mungkin bukanlah hal yang bermanfaat bagi orang lain, sehingga menemukan apakah kualitas-kualitas khusus yang Anda miliki memang merupakan kekuatan, bukannya kelemahan, dapat menjadi proses yang sangat membingungkan serta membuat Anda putus asa. Memang hal ini perlu Anda pelajari dan pahami sendiri, namun sebenarnya ada latihan-latihan yang dapat Anda kerjakan agar dapat mengenali kekuatan dan kelemahan Anda, untuk keperluan pekerjaan atau pun pribadi. Ada pula beberapa kiat yang dapat membantu untuk memanfaatkan pengenalan ini secara praktis di saat-saat dibutuhkan, misalnya di dalam wawancara kerja.
1. Memahami Kemampuan Anda
Hargai usaha Anda sendiri. Tuliskan hal-hal yang Anda lakukan, segala kelemahan dan kekuatan yang ada pada diri Anda. Luangkan waktu untuk menuliskan seluruh hal yang ada pada diri Anda baik positif dan negatif. Semakin Anda mengenal diri sendiri, semakin mudah pula Anda mengenali kekuatan pribadi Anda. Renungkan nilai-nilai yang ada pada hidup Anda, apakah sudah berjalan sesuai dengan prinsip yang ditanam?
2. Lakukanlah perenungan dan latihan diri
Carilah orang yang dapat membimbing Anda untuk memahami kekuatan dan kelemahan pribadi, mintalah pendapat mereka dan lakukan berbagai latihan untuk membentuk diri menjadi pribadi yang lebih baik. Buatlah potret kepribadian Anda dari yang positif dan negatif, dari situ Anda akan mengetahui kualitas pribadi Anda.
3. Buatlah daftar tindakan dan keinginan
Setelah Anda mengetahui kualitas Anda, Anda dapat membuat daftar tindakan dan keinginan yang harus dilakukan. Tentukan bagaimana respons Anda di dalam situasi-situasi tertentu yang membutuhkan tindakan maupun sebuah ide. Untuk membantu Anda, buatlah dalam sebuah catatan-catatan keseharian sehingga Anda terus dapat diingat akan apa yang harus Anda lakukan. Perhatikan secara khusus saat Anda berhadapan dengan situasi sulit secara pribadi, bagaimana respons Anda yang terdahulu dan coba pikirkan bagaimana respons yang baru yang harus Anda perbaiki.
4. Menemukan kelemahan dan kekuatan Anda
Pikirkan kelemahan-kelemahan Anda. Kelemahan adalah hal dalam diri yang dapat Anda kembangkan dan bentuk ke arah yang lebih baik. Namun janganlah terlalu lama berfokus pada kelemahan Anda, fokuslah pada apa yang menjadi kekuatan Anda dan tetap mengembangkan apa yang menjadi kelemahan Anda. Cara yang paling mudah untuk menemukan kelemahan dan kekuatan Anda adalah dengan menuliskannya. Ingat, Anda tidak sedang dinilai atau dihakimi oleh siapapun, maka Anda harus berani bersikap jujur kepada diri sendiri. Setelah membuat daftar tersebut, tanyakan pada orang-orang terdekatmu mengenai daftar tersebut dan mintalah pendapat mereka tentang daftar tersebut dan mengutarakan komentar jujurnya. Hindarilah sikap perfeksionis, cobalah untuk lebih relaks dan nikmati semua proses yang sedang dijalani karena perubahan membutuhkan waktu dan tidak ada yang instan.
Mengubah kelemahan menjadi kekuatan membutuhkan proses waktu, jangan salahkan diri Anda jika Anda tidak dapat membuat perubahan seketika. Jika Anda memiliki keinginan untuk memperbaiki diri, berusahalah menemukan keinginan yang tulus datang dari hati bukan sebuah keinginan “palsu” yang nantinya hanya akan jadi angan-angan. Mulailah dengan hal-hal yang kecil namun selalu konsisten dalam melakukannya.
Disadur dari berbagai sumber


